Membuat aquascape memang gampang-gampang susah, tergantung bagaimana kita mengetahui cara dan teknik didalamnya. Minimal mempunyai pengetahuan dasar supaya aquascape kita tumbuh subur dan indah dipandang. Informasi dan pengetahuan tentang aquascape yang kurang, selain bisa menjadikan aquascape gagal, uang, tenaga dan waktu hanya terbuang sia-sia. Berikut mediamaya.net akan menjelaskan beberapa faktor penyebab aquascape gagal terbentuk.

Faktor Penyebab Aquascape Gagal:

1. Menggunakan Mesin Aerator Oksigen ( O2 )

Kesalahan nomor pertama ini sering dilakukan para pemula. Menggunakan mesin aerator oksigen pada aquascape bisa menggurangi kadar CO2 yang ada diakuarium. Dengan memanfaakan pergerakan arus air dari filter sudah mencukupi kadar O2 didalam akuarium.

2. Tidak Menggunakan Lampu

Lampu pada aquascape berguna untuk membantu tanaman air dalam melakukan fotosintesis. Tidak menggunakan lampu sama hal nya tidak memberikan makanan kepada tanaman air yang dapat berakibat fatal. Pemilihan jenis lampu juga perlu diperhatikan. Pilihlah lampu yang bisa berguna untuk membantu tanaman berfoto sintesis, misalnya lampu TL, LED, Lampu PL. Jangan memberi lampu warna ā€“ warni yang sering dijual di toko karena fungsi lampu tersebut hanya sebagai hiasan bukan untuk membantu fotosintesis. Ada baiknya pilih lampu yang berwarna putih.

3. Tidak Menghiraukan Suhu Air

Suhu air didalam air sangat lah penting untuk diperhatikan, semakin dingin suhu air semakin subur tanaman air kita. Kebanyakan tanaman air bisa tumbuh subuh dikisaran suhu 18-24 derajat celcius. Gunakan chiller atau kipas angin untuk menjaga suhu air didalam akuarium tetap dingin.

4. Menyalakan Lampu 24 Jam Nonstop

Menyalakan lampu secara 24 jam nonstop juga dapat menyebabkan tanaman air kita mati. Di Alam tanaman tidak secara nonstop mendapatkan cahaya. Buat penerangan kurang lebih 14 jam sehari, selain hemat listrik juga membuat air didalam aquarium tidak cepat menguap dan suhu air tetap dingin.

5. Kesalahan Memilih Filter Akuarium

Pilihlah filter yang tidak membuat riak air, atau air yang keluar dari filter seperti air terjun karena filter yang membuat riak air dapat mengurangi bahkan bisa menghilangkan kadar CO2 didalam air. Selain itu filter yang keluar seperti air terjun dapat membuat substrat berhamburan yang dapat menyebabkan air menjadi keruh. Pilihlah model filter hang on.

6. Kesalahan Pemilihan Jenis Kayu

Pemilihan jenis kayu pada aquascape juga tidak kalah pentingnya. Asal memilih bisa jadi jenis kayu tersebut mempunyai getah yang dapat membuat tanaman air dan ikan menjadi mati. Pilihlah jenis kayu yang biasa dipakai oleh para aquascaper misalnya kayu bakau, rasamala atau santigi. Jangan lupa kupas dulu bagian kulit kayu tersebut lalu rebus kayu tersebut untuk mengeluarkan tanin dan yang dapat menyebabkan air berwarna kuning sehingga aquascape gagal.

7. Kesalahan Pemilihan Jenis Ikan

Pemilihan jenis ikan juga berdampak pada kelangsungan aquascape. Hindari ikan suka yang memakan tanaman air dan ikan yang suka menggali substrat. Jenis tetra dan guppy cocok untuk akuariuam aquascape

8. Kesalahan Cara Menanam Jenis Tanaman Air

Teknik can cara menanam tanaman air perlu diperhatikan, menanam secara asal-asalan dan asal tancap dapat membuat tanaman air susah untuk tumbuh bahkan bisa menjadi layu kemudian mati.

9. Kesalahan Memasukkan Air

Cara memasukkan air pada saat pertama set up juga perlu diperhatikan, jangan langsung memasukkan air menggunakan selang. Selain bisa menyebabkan air menjadi keruh, juga memuat pupuk dasar berhamburan keluar. Gunakan bantuan plastik atau piring pada saat memasukkan air.

10. Kesalahan Penggunaan Obat Pembasmi Siput

Siput memang menjadi hama bagi para aquascaper karena siput sangat cepat berkembang biak sehingga dapat merusak pemandangan. Jangan menggunakan obat pembasmi siput jika di akuarium kita terdapat udang didalamnya, karena obat tersebut dapat membunuh udang. Gunakan keonk assasin atau ikan pemakan siput.

Demikian beberapa penyebab umum kenapa aquascape gagal. Semoga artikel ini bermanfaat, selamat beraquascape.

Konsep tata letak iwagumi mulai banyak diminati para aquascaper diseluruh dunia. Konsep ini menawarkan tata letak minimalis yang mencerminkan budaya Jepang yakni cinta dan spiritualitas untuk keindahan dan kesederhanaan. Iwagumi mulai dipopulerkan sekitar 30 tahun yang lalu oleh aquascaper asal jepang Takashi Amano.

Iwagumi berasal dari bahasa Jepang yang berarti formasi batu, sehingga batu merupakan elemen penting dalam konsep iwagumi ini. Pada dasarnya konsep ini terdiri dari 3 batu utama, dimana sebuah batu menjadi batu kepala (headstone) dan dua lainnya sebagai pendamping.

Sebagai salah satu konsep iwagumi memiliki syarat dan ketentuan khusus dalam penyusunan batu. Yang paling sulit dalam membuat tema ini adalah mendapatkan kesatuan dan harmoni dalam sebuah kesederhanaan.

Teknik dan Prinsip Dasar Tata Letak Konsep Iwagumi

Tidak harus iwagumi menggunakan jenis Sanzon Iwagumi yakni menggunakan formasi tiga pilar batuan. Sejumlah batu dapat digunakan asal jumlah batu yang digunakan ganjil untuk menghindari rasa simetri. Gunakan batuan yang mempunyai kemiripan warna dan tekstur yang berguna untuk membangun suatu kesatuan. Berikut nama dan peran batuan dalam membuat iwagumi.

Oyaishi: Batu paling utama dalam iwagumi. Batu yang paling besar dan paling indah dari semua batu. Oyaishi ditempatkan pada titik fokus akuarium dan mempunyai ketinggian 2/3 dari tinggi akuarium. Untuk membuat tampilan alami pilih bentuk oyaishi yang miring kearah air supaya mirip dengan batuan sungai

Fukuishi: Batu terbesar kedua. Warna dan tekstur fukuishi usahakan menyerupai dengan oyaishi dan letakkan disebelah kanan atau kiri yang berguna untuk menciptakan ketenangan dan mengimbangi batu utama.

Soeishi: Jenis batu ketiga ini lebih kecil dari Fukuishi dan diletakkan disamping Oyaishi, berdampingan dengan fukuishi. Batu ini menprioritaskan kemampuan serta menonjolkan kemampuan Oyaishi.

Suteishi: Batu terakhir ini juga sering disebut dengan batu kurban karena sering tertutup oleh tumbuhan diatasnya. Namun peran suteishi juga berguna untuk membantu semua batu lain dalam menciptakan keindahan. Dalam Sanzon Iwagumi batu ini dihilangkan.

Berikut adalah contoh susunan batu pada konsep Iwagumi

Apakah Sanzon Iwagumi ?

Sanzon Iwagumi adalah komposisi sederhana dalam konsep iwagumi, dimana batu yang digunakan oyaishi, fukuishi dan soeishi. Oyaishi diletakkan dipusat sedangkan fukuishi dan soeishi diletakkan disamping kanan dan kiri. Konsep Sanzon Iwagumi dimaksudnya meniru susunan batu untuk triad Buddha.

Tanaman dan Ikan yang digunakan untuk Konsep Iwagumi

Ada beberapa tanaman yang dapat digunakan dalam konsep aquascape ini. Yang paling populer adalah menggunakan tanaman karpet rendah seperti dwarf hairgrass, hemianthus kuba, rotala sp, dll. Tetapi fokus utama harus terdapat pada batu dan ruang terbuka di akuarium.
Tujuan dibuat iwagumi adalah untuk meningkatkan rasa tenang maka dapat dipilih jenis ikan yang mempunyai gerakan dan perilaku yang tenang seperti kardinal tetra, rummy nose tetra, rasbora. Jangan menggunakan ikan shoaling yang bertindak individual dan memisahkan diri dari grup karena dapat memecah keharmonisan.

Kesulitan Dalam Iwagumi

Dari semua gaya aquascape, konsep iwagumi terlihat paling mudah karena mempunyai tampilan yang sederhana. Tapi membutuhkan pengalaman yang luas dalam pemilihan tanaman dan batuan yang digunakan. Pemilihan substrat dan penyaringan air termasuk harus diperhatikan karena tanaman yang digunakan termasuk tanaman yang mempunyai akar yang kuat.

Konsep Iwagumi juga rentan akan terbentuknya alga, alga dapat muncul di awal pengerjaan akuarium sehingga harus segera diambil tindakan jika melihat tanda-tanda akan keluarnya alga. Solusi yang paling mudah yakni mematikan siklus pencahayaan kira-kira satu jam pada waktu siang hari.

Demikian artikel seputar konsep iwagumi, semoga bermanfaat dan membantu. Apakah tertarik untuk membuat konsep ini ?

Tanaman Aquascape atau Foreground merupakan spesies tanaman air yang tumbuh menutupi bagian bawah atau tumbuhnya kesamping sehingga dapat dijadikan alas didalam aquarium. Popularitas tanaman ini berkembang pesat 5 sampai 10 tahun terakhir ini, terutama di bidang aquascaping. Berikut adalah lima jenis tanaman karpet terbaik untuk aquascape :

Pygmy Chain Sword

pygmy chain sword
duniaair.com

Tanaman aquascape yang mempunyai nama latin Echinodorus Tenellus ini sekilas mirip rumput halaman. Tanaman ini termasuk dalam spesies sword plant dan merupakan salah satu yang terkecil. Pygmy Chain Sword lebih mirip dengan speseis Eleocharis yaitu Hair Grass namun masih terdapat perbedaan yaitu petumbuhan dari tanaman ini tidak sepadat spesies Hair Grass pada umumnya. Tanaman ini lebih baik ditanam/ditempatkan di sekitar hardscape baik itu batu ataupun kayu. Toleransi suhu air untuk tanaman ini berkisar 22-25 derajat celcius dengan tingkat pencahayaan medium-high.

Dwarf Hair Grass

tanaman aquascape
duniaair.com

Dwarf Hair Grass atau bahasa latinnya Eleocharis Pavula akan terlihat mempesona saat ditanam dengan mengkombinasikan hardscape di sekitarnya. Hardscape yang paling bagus digunakan adalah batu, karena akan memunculkan efek yang luar biasa ketika tanaman aquascape ini tumbuh menyebar di sekeliling batu. Selain itu, tanaman ini akan memunculkan efek kontras yang baik ketika kita menggunakan substrate berwarna gelap dalam hal ini berupa soil. Ketika semua parameter tercukupi, Dwarf Hair Grass akan tumbuh dengan cepat sehingga kita juga perlu melakukan pemangkasan secara berkala untuk tetap menjaga tampilan dari tanaman ini.

Toleransi suhu air untuk tanaman ini berkisar antara 22-25 derajat celcius sehingga pastikan agar suhu air akuarium kita tidak lebih dan tidak kurang dari angka tersebut. Pada dasarnya tanaman ini mampu tumbuh dengan baik pada kondisi pencahayaan sedang namun diketahui petumbuhan tercepat pada kondisi pencahayaan tinggi.

Dwarf Baby Tears

dwarf baby tears
duniaair.com

Dwarf Baby Tears secara teknis dikenal sebagai Hemianthus Callitrichoides atau sering disingkat ā€˜HCā€™ adalah tanaman yang paling diminati di dikalangan pecinta aquascape. Mempunyai daun yang kecil, berwarna hijau subur dan merayap dialam merupakan faktor yang menjadikan tanaman aquascape ini populer.

Dwarf Baby Tears mampu tumbuh pada suhu air berkisar 22-29 derajat celcius namun perlu diketahui pertumbuhan tercepat pada suhu air berkisar 22-23 derajat celcius. Untuk pencahayaan disarankan pada kondisi pencahayaan yang terang/high dan akan tumbuh lebih kompak/padat pada kondisi seperti itu. Pada dasarnya jenis tanaman seperti ini akan tumbuh mengikuti arah cahaya sehingga ketika kurang pencahayaan, secara alami tanaman ini akan tumbuh ke atas untuk mencari sumber pencahayaan.

Java Moss

java moss
duniaair.com

Java Moss atau Vesicularia Dubayana adalah salah satu tanaman air yang sering digunakan oleh kalangan pecinta Aquascape. Tanaman aquascape ini mudah dipelihara dalam arti tidak banyak menuntut, baik itu dalam hal parameter air, kebutuhan CO2, atau kebutuhan pencahyaan. Biasanya java moss ditanam pada batu maupun kayu. Moss adalah tanaman tidak berakar oleh karena itu penanaman dengan menggunakan media kayu atau batu diharapkan dapat menahan tanaman ini tetap di dasar akuarium dan tidak mengapung.

Java Moss mampu tumbuh pada beberapa suhu air yang berbeda yaitu antara 22-32 derajat celcius. Meskipun begitu untuk mencapai pertumbuhan yang optimal disarankan suhu air berkisar 22-25 derajat celcius. Masalah pencahayaan, tanaman ini mampu tumbuh dengan baik di berbagai macam kondisi pencahayaan baik itu low, medium ataupun high namun pertumbuhan tercepat pada pencahayaan medium-tinggi.

Marsilea Hirsuta

Tanaman Marsilea Hirsuta
duniaair.com

Marsilea Hirsuta adalah spesies lain dari Marsilea Minuta yang mampu tumbuh menyebar secara horisontal seperti tanaman karpet lainnya. Sama halnya seperti Dwarf Hair Grass, penanaman Marsilea Hirusta terlihat luar biasa ketika dikombinasikan dengan hardscape berupa batu.

Tanaman aquascape ini mudah tumbuh pada beberapa kondisi/parameter air dan toleransi suhu berkisar 23-25 derajat celcius sedangkan untuk pencahayaan Anda tidak perlu pencahayaan yang tinggi karena dengan pencahayaan yang sedang pun tanaman ini akan tumbuh dengan optimal.