Menguak Asal Usul Candi Borobudur yang Kaya Akan Nilai Historis

Candi Borobudur – Belum banyak diketahui mengenai asal – usul Candi Borobudur. Padahal hingga kini bangunannya yang megah masih bisa kita kunjungi dan lihat dengan mudah. Sayangnya, tidak semua orang mau meluangkan waktu untuk melihat kembali apa yang menjadi peninggalan sejarah. Termasuk Candi Borobudur ini.

Candi Borobudur dan sejarahnya
nasionalisme.co

Tidak ada yang tahu pasti tentang hal – hal yang ada “di balik layar” Candi Borobudur ini. Siapa yang memerintahkan pembangunan candi, bagaimana awal mula ide ini muncul dan cerita lain yang turut menjadi bagian dari sejarah terbentuknya Candi Borobudur.

Hal ini pula lah yang akhirnya mendorong kami untuk mengulas dan membeberkan rahasia yang selama ini tersembunyi sehubungan dengan adanya Candi Borobudur. Sangat disayangkan jika kita, generasi penerus bangsa tidak mengetahui tentang peninggalan nenek moyang ini.

Candi Borobudur merupakan candi Buddha yang terletak di kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang. Tepatnya ada di sekitar 15 KM arah selatan kota Magelang. Menariknya, Candi Borobudur ini terletak di dataran berbukit dimana di sekelilingnya terdapat gunung. Gunung – gunung yang ada di sekeliling candi adalah Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Menilik Asal-Usul Didirikannya Borobudur

Asal-Usul Borobudur
pengetahuanjitu.com

Ahli sejarawan memperkirakan bahwa candi ini dibangun sekitar tahun 800 M. Hal ini berdasarkan temuan pigura asli reliTidak ada yang tahu pasti tentang hal ef kaki candi atau Karwa Wibhangga yang di atasnya memuat tulisan perihal ini.

Terdapat huruf pallawa pada pigura ini, sedangkan huruf pallawa adalah huruf yang digunakan masyarakat pada abad ke 8 M. Hal ini diperkuat dengan adanya kecocokan dengan bukti lain yang juga ditemukan.

Pada abad 8 M Wangsa kerajaan Buddha, Wangsa Syailendra tengah mengalami masa kejayaan. Tidak sedikit candi – candi berukuran kecil yang berhasil di temukan di sekitar kaki dan lereng gunung.

Candi – candi ini mengelilingi Candi Borobudur dan menjadi peninggalan Wangsa Syailendra, penganut agama Buddha Mahayana. Adanya bukti – bukti ini membuat para ahli menyimpulkan bahwa Candi Borobudur didirikan pada abad ke 800 M, oleh Wangsa Syailendra.

Sedangkan mengenai tahap – tahap pembangunan candi dapat diidentifikasi melalui penemuan serat dan corak batu yang dijadikan bahan untuk membangun candi. Dari serat, corak bebatuan dan prasasti yang ada, diperkirakan Wangsa Syailendra membangun Candi Borobudur dalam kurun waktu 50 tahun. Terdapat beberapa proses tahapan yang telah dilakukan oleh Syailendra dalam membangun candi.

  • Tahap Pertama ini belum dapat disimpulkan sebagai asal usul candi, hal ini karena pada awal pembangunannya, tatanan susun bertingkat dirancang dengan bentuk piramida bertangga. Namun sepertinya susunan ini dibongkar kembali karena kesalahan rancangan. Kesimpulan ini diambil dari analisis karbon yang dilakukan.
  • Tahap kedua adalah memperlebar pondasi candi. Pelebaran pondasi ini dilakukan dengan menambahkan dua buah tangga persegi dan satu buah tangga berbentuk lingkaran. Tangga atau undak ini selanjutnya diberi stupa induk besar.
  • Tahap ketiga, dilakukan dengan membongkar undakan yang sebelumnya dibuat pada tahap kedua. Undakan atau tangga lingkaran ini kemudian dibuat lagi dengan 3 buah undak lingkaran. Karena memiliki 3 undak, dipasanglah beberapa stupa pada setiap puncak undak – undak ini. Dan salah satunya adalah stupa berukuran besar (bagian tengah).
  • Tahap keempat, dimana kemungkinan terdapat perubahan kecil, yakni penambahan tangga, pembuatan relief serta adanya pembuatan lengkung yang berada di atas pintu masuk candi.

Usai dibangun, diperoleh keterangan dari beberapa prasasti yang menyebutkan bahwa Candi Borobudur ini dimanfaatkan oleh masyarakat Buddha sebagai tempat ziarah dan ibadah.

Konon, Candi Borobudur hanya digunakan dalam waktu yang cukup singkat, yaitu 150 tahun saja. Angka tahun yang tidak sepadan dengan lamanya proses pembangunan. Hal ini disebabkan migrasi besar – besaran yang dilakukan masyarakat Buddha seiring runtuhnya kekuasaan Wangsa Syailendra.

Tak ayal, masyarakat Buddha ketika itu terdesak dengan adanya masyarakat Hindu yang dari jumlahnya diketahui lebih banyak dibandingkan orang – orang Buddha.

Setelah migrasi besar – besaran, kaum Buddha yang tinggal di wilayah tersebut hanya sedikit, hingga akhirnya memilih untuk tidak menggunakan Candi Borobudur lagi. Candi menjadi tidak terurus dan mirisnya ada beberapa bagian yang dirusak oleh orang – orang yang tidak bisa menghargai peninggalan bersejarah tersebut.

Sekian lama terabaikan, Candi Borobudur juga tak luput dari serangan alam. Ya, karena tidak terawat, banyak pepohonan besar yang tumbuh di atas candi. Puncak keparahannya adalah saat gunung meletus, abunya menutup dan menimbun seluruh bagian candi. Candi Borobudur terkubur dan hilang.

Candi Borobudur Ditemukan LagiCandi Borobudur terpendam di dalam tanah. Tidak ada yang mengetahui apalagi menyadari bahwa di dalam tanah sana terdapat candi yang sangat bersejarah.

Beruntungnya, ada Sir Thomas Stamford Rafless yang pada tahun 1814 M menemukan puing – puing bebatuan yang menurut penelitian sudah berusia tua dan jumlahnya cukup banyak di sekitar wilayah Magelang.

Gubernur Jendral Inggris, Sir Thomas Stamford Rafles ini dulunya merupakan pimpinan Indonesia saat masa perahilan penjajahan dari Belanda ke Inggris yang berlangsung pada abad 1811 M – 1816 M. Karena penemuannya ini, ia digadang – gadang sebagai orang pertama yang berhasil membongkar asal usul Candi Borobudur.

Tak perlu menunggu lama, Ia segera menggerakkan seluruh anak buahnya untuk menggali tanah di sekitar lokasi penemuan bebatuan tua tersebut. Menakjubkan, tumpukan batu besar berbentuk piramida raksasa pun ditemukan. Ia meminta anak buahnya untuk melanjutkan penggalian ini. Tapi langkah ini terhenti karena kesibukan berperang.

Saat Rafless mengalami kekalahan dalam merebut Indonesia dari tangan Belanda, proses penggalian ini dilanjutkan oleh Gubernur Jendral Belanda, Hartman. Tepatnya pada tahun 1835 M,

Hartman memerintahkan anak buahnya untuk membersihkan apapun yang menutupi bagian – bagian candi. Hartman sangat terobsesi pada Candi Borobudur ini, sehingga ia pun juga mengupayakan untuk melakukan pembersihan terhadap seluruh bangunan candi.

Pemugaran Candi Borobudur Tahap Pertama

Pemugaran Candi Borobudur Tahap Pertama
Ilustrasi Pemugaran Candi Borobudur Tahap Pertama

Candi Borobudur belum sepenuhnya utuh. Sekalipun sudah dilakukan pembersihan terhadap puing-puing, kayu-kayu besar dan tanah-tanah yang menimbunnya namun ini belum membuat candi terlihat sempurna.

Karena sempat tertimbun dan usianya yang tua, membuat bangunan candi mengalami kerusakan di beberapa bagian. Ada yang rusak, hilang dan gompel. Untuk itulah Van Erf, pimpinan Belanda memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pemugaran.

Karena pemugaran ini dilakukan dengan alat dan cara ala kadarnya, jadi tidak bisa membuat relief berbentuk mirip seperti aslinya. Sebenarnya pemugaran ini hanya berfokus pada pemindahan bebatuan yang mudah runtuh dan bertujuan agar tidak menimbulkan kerusakan baru di lain hari.

Usaha Erf ini layak untuk dihargai, sebab ia telah berusaha menyelamatkan peninggalan bersejarah yang dimiliki Bangsa Indonesia ini.

Pemugaran Candi Borobudur Tahap Kedua

Pemugaran Candi Borobudur
Ilustrasi Pemugaran Candi Borobudur Tahap Kedua

Peninggalan bersejarah ini semakin terabaikan kala kekacauan politik, ekonomi dan militer merebak selama perang dunia pertama. Pemerintah-pemerintah yang semula menguasai Indonesia dan ingin memiliki Indonesia seutuhnya tidak lagi memperdulikan Candi Borobudur yang kaya akan sejarah ini. Bahkan pemerintah Indonesia sendiri pun sepertinya tidak sempat untuk kembali merawat candi ini.

Pada tanggal 10 Agustus 1973, ketika situasi dan kondisi negar berangsur normal, Presiden Soeharto kembali melanjutkan pemugaran. Terdapat 20 prasasti dengan berat 20 ton yang sengaja dibuat dan ditempatkan di sebelah Barat Laut Candi menghadap ke Timur.

Pemugaran dilakukan dengan mengandalkan 600 pekerja, dimana mayoritasnya adalah tenaga muda lulusan STM dan SMA yang sebelumnya sudah dibekali dengan pendidikan dan ketrampilan khusus. 600 orang pekerja ini merupakan putra putri asli bangsa Indonesia. Tidak ada satupun pekerja dari luar negeri.

Bagian candi yang mengalami pemugaran adalah tempat tingkat di bagian bawah yang berbentuk persegi atau Rapadhatu, teras 1, teras 2, teras 3, stupa induk dan kaki candi. Waktu pemugaran cukup lama, yakni sekitar 10 tahun. Pemugaran berhasil diselesaikan pada 23 Februari 1983.

Candi Borobudur Saat Ini Kini, berdasarkan data yang diperoleh tahun 2013, Candi Borobudur yang kaya akan nilai historis tersebut dikunjungi oleh lebih dari 3,5 juta wisatawan setiap tahunnya. Banyak turis lokal maupun mancanegara yang berbondong-bondong untuk melihat kemegahan bangunan ini.

Terdapat penjelasan singkat yang ada pada salah satu bagian candi. Kita dapat menikmati pemandangan alam yang menakjubkan di sekeliling candi. Candi Borobudur peninggalan Dinasti Syailendra itu kini menjadi icon bersejarah, yang akan dan terus dibanggakan oleh Bangsa Indonesia.

Sejarah Candi Prambanan: Asal Usul, Letak dan Kisah yang Menyertainya

Candi Prambanan – Menghabiskan waktu liburan untuk berwisata adalah hal yang menyenangkan. Apalagi jika kita sengaja menjadikan waktu liburan untuk menilik wisata sejarah, seperti Candi Prambanan yang berada di Yogyakarta.

Candi Prambanan telah kokoh berdiri sejak abad 9 M. Candi ini ini kaya akan arsitektur yang megah dan berkelas dunia. Inilah salah satu hal yang menjadikan candi Prambanan sebagai destinasi wisata bagi para turis lokal maupun luar negeri.

candi prambanan dan sejarahnya

Bukan hanya arsitektur kelas dunia saja yang menjadikan candi Prambanan istimewa. Lebih dari itu terdapat pula cerita rakyat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Menariknya lagi, asal usul keberadaan candi Prambanan ini dulunya sempat dijadikan alur film oleh produser ternama, Raam Punjabi.

Candi Prambanan yang notabene merupakan sebuah candi Peninggalan Kerajaan Hindu ini berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Yogyakarta. Candi yang megah ini mempunyai ukuran dan ketinggian terbesar se-Asia Tenggara. Menakjubkan bukan?

Candi Prambanan mempunyai tinggi 47 meter dan menurut informasi, candi ini telah dibangun sejak abad ke-9. Pada dasarnya candi Prambanan ini adalah bangunan yang dipersembahkan untuk tiga dewa dalam agama Hindu. Yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Pencipta yang mana menjadi Dewa Pemelihara. Sedangkan Dewa Siwa menjadi Dewa Penghancur.

Saat kita memasuki kawasan candi Prambanan, kita akan menjumpai banyak bangunan yang ada disana. Tapi hanya ada 3 candi yang diutamakan dan 3 candi inilah yang menjadi candi utama. 3 candi ini meliputi Candi Brahma, Candi Wisnu dan Candi Siwa. Menariknya, candi Siwa lah yang menjadi candi tertinggi dengan tinggi sekitar 74 meter yang juga menjadi candi Hindu tertinggi di Indonesia.

Lokasi Candi Prambanan

Lokasi Candi Prambanan

Beruntung bagi kita yang ingin bertandang ke candi Prambanan, sebab lokasinya sangatlah strategis. Perjalanan menuju candi Prambanan bisa kita tempuh dari Kota Yogyakarta, tepatnya sekitar 17 KM dari kota.

Nantinya kita akan tiba di dusun Prambanan Kec. Bokoharjo. Lokasinya pun tidak jauh dari jalan raya, mungkin hanya sekitar 100 meter (Jl Yogyakarta – Solo). Tidak sulit untuk bisa menemukan lokasi candi bersejarah ini. Candi Prambanan masih termasuk wilayah Kab. Sleman dan Kab. Klaten.

Setelah runtuhnya Dinasti Syailendra, barulah muncul gagasan untuk membangun candi Prambanan. Tak kurang dari satu Abad Dinasti Syailendra yang beragama Buddha pernah menguasai tanah Jawa.

Keruntuhan Dinasti Syailendra ini kemudian digantikan oleh Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu. Candi Prambanan yang dibangun untuk menyaingi candi Borobudur ini adalah peninggalan agama Buddha atau Dinasti Syailendra yang telah kalah.

Proses Pembangunan Candi Prambanan

Proses Pembangunan Candi Prambanan

Jika ditinjau dari segi luas bangunannya, candi Prambanan memang menjadi candi Hindu terbesar di Indonesia. Tapi, hingga kini masih menjadi tanda tanya besar mengenai asal usul candi Prambanan yang sebenarnya. Belum diketahui pasti siapa yang memerintahkan pembangunan candi ini dan kapan tepatnya candi ini dibangun.

Akan tetapi ada ahli yang menyatakan bahwa candi Prambanan berdiri sejak pertengahan abad ke – 9. Atau lebih tepatnya ketika Wangsa Sanjaya menguasai kerajaan Mataram Kuno dengan Raja Balitung Sambu.

Pendapat ini bukan tanpa alasan yang kuat. Sebab terdapat prasasti Syivagrha yang bertuliskan angka tahun 856 M dan juga terdapat keterangan bahwa prasasti ini ditulis ketika masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan.

Sejarah Candi Prambanan dalam Prasasti Shivagrha

Candi Prambanan dalam Prasasti Shivagrha

Prasasti Shivagrha ini bertuliskan angka 856 M. Dalam Prasasti ini terdapat keterangan yang menjawab semua rasa penasaran kita. Yakni dahulunya candi Prambanan ini dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewa Siwa yang tak lain adalah dewa terbesar dalam agama Hindu.

Dilengkapi pula dengan keterangan yang menyatakan bahwa candi Prambanan diberi nama Shiva-grha yang artinya adalah rumah Siwa atau kerajaan Siwa.

Sepertinya prasasti ini memang dibuat untuk menjawab semua teka – teki akan asal usul candi Prambanan. Karena dalam prasasti tersebut juga dijelaskan akan adanya proyek besar yang dilakukan di sekitar candi. Proyek besar yang dimaksud adalah tentang pembangunan sungai Opak. Sungai ini sungai besar yang mengalir di bagian utara candi.

Candi Prambanan Sebagai Pusat Pemerintahan

Pusat Pemerintahan

Kemegahan arsitektur candi Prambanan ternyata membuat kerajaan Mataram yang dikuasai oleh Dinasti Sanjaya tertarik untuk menjadikan candi ini sebagai pusat pemerintahan kerajaan.

Setelah itu Mpu Sendok memimpin kerajaan Mataram, muncullah gagasan untuk memindahkan Ibu Kota yang semulanya di Yogyakarta lalu dipindakan ke Jawa Timur. Ada yang mengatakan bahwa pemindahan ini dilakukan karena letusan gunung merapi hingga perang perebutan kekuasaan.

Mirisnya, usai pemindahan tersebut candi Prambanan mulai diabaikan dan ditinggalkan. Tidak ada yang merawatnya hingga akhirnya candi Prambanan ini runtuh karena gempa bumi.

Dulunya candi Prambanan dijadikan sebagai pusat pemerintahan kerajaan Mataram karena terdapat beberapa kompleks besar yang ada di sekitar candi. Hal ini diperkuat atas penemuan candi Ratu Boko yang diyakini menjadi kerajaan Mataram Hindu dan lokasinya hanya sekitar 5 KM dari candi utama atau candi Prambanan.

Runtuhnya Candi Prambanan – Sejarah Candi Prambanan

Runtuhnya Candi Prambanan

Perpindahan pemerintahan kerajaan Mataram ke Jawa Timur ini menjadikan candi Prambanan runtuh. Alasan yang memperkuat perpindahan tersebut adalah karena adanya letusan gunung merapi yang berada di sebelah utara candi. Lebih dari itu, telah terjadi pemberontakan besar pada masa Dinasti Sanjaya sehingga membuat lingkungan candi tidak aman lagi.

Perpindahan Ibu Kota pemerintahan kerajaan Mataram ke Jawa Timur ini berlangsung pada tahun 930 M dan didirikanlah Dinasti Isyana. Candi Prambanan hanya menyisakan puing – puing akibat adanya gempa yang terjadi pada abad 16.

Penemuan dan Pemugaran Candi Prambanan

proses pemugaran candi prambanan

Usai mengalami keruntuhan akibat gempa bumi, candi Prambanan terkubur selama ratusan tahun. Beruntungnya pada tahun 1733 candi ini kembali ditemukan oleh C.A Lons. Candi yang ditemukan pertama kali adalah candi Syiwa.

Mengingat candi Syiwa mempunyai ketinggian yang luar biasa, maka proses penggalian cukuplah memakan waktu yang panjang dan berhasil diselesaikan pada tahun 1885 yang diawasi oleh Groneman.

Setelah selesai digali, candi ini diidentifikasi di bawah pengawasan Oudheidkundige yang merupakan Dinas Purbakala pada masa Belanda. Kemudian candi ini direkonstruksi kembali. Pemugaran candi dimuali pada 1926 dan selesai pada 1953.

Tiga Candi Utama di Kawasan Candi Prambanan

Candi Syiwa

Pemugaran Candi Prambanan

Candi ini menjadi candi pertama yang berada di kompleks Prambanan. Ketika ditemukan setelah ratusan tahun terkubur, candi ini sudah sangat rusak. Inilah yang membuat proses pemugaran berlangsung sangat lama. Asal mula diberi nama candi Syiwa karena pada candi ini ada arca Syiwa. 

Candi Roro Jonggrang merupakan nama lain dari candi Syiwa. Bukan tanpa sebab, karena pada arca ini juga terdapat arca Roro Jonggrang atau Durga Mahisasueamardani.

Luas candi Syiwa adalah 34 meter persegi dan tinggi batur 2,5 meter, sedangkan tingginya adalah 47 meter sangat jauh berbeda dari sebelum mengalami keruntuhan yang mempunyai tinggi 74 meter.  

Terdapat banyak pahatan dan hiasan pada dinding candi. Hiasan ini bergambar seekor singa yang tengah berdiri di antara dua pohon kalpataru. Hiasan dan pahatan ini bisa diyemukan pada semua dinding kaki candi. Ada pula gambar anjing, kera, kijang, kambing, merak dan kelinci.

Candi Wisnu

Pemugaran Candi Wisnu

Candi Wisnu menjadi candi kedua yang berada di kompleks Prambanan. Tepatnya, candi ini ada di bagian utara candi Siwa dan menghadap ke timur. Pada candi ini bisa ditemukan sebuah relung yang terdapat arca Dewa Wisnu.

Candi Wisnu mempunyai lebar 20 meter, tinggi 37 meter dan panjang 20 meter. Menariknya, ada pagar langkan yang berada di sekeliling candi yang katanya merupakan penggambaran tentang reinkarnasi Krisna dari Dewa Wisnu. Dewa Wisnu ini digambarkan dengan memiliki 4 tangan dan masing – masing membawa gada, sangkha (kerang bersayap, cakra (cakram) dan kuncup teratai.

Candi Brahma

pemugaran Candi Brahma

Candi Brahma merupakan candi ketiga yang berada di kompleks Prambanan. Tepatnya berada di selatan candi Siwa dengan ukuran yang nyaris sama dengan candi Wisnu. Pada candi ini juga terdapat relung dengan arca Dewa Brahma di dalamnya dengan tinggi 2,4 meter dan berdiri di atas pedestal.

Dewa Brahma ini merupakan dewa pencipta dimana keempat tangan yang dimilikinnya selalu memegang kendi dan tasbih. Terdapat pula pagar langkan yang mengelilingi candi dan mengisahkan tentang cerita Ramayana.

Demikianlah ulasan tentang sejarah candi prambanan, semoga bermanfaat buat Anda.

Sejarah Reog Ponorogo, Kesenian Tradisional Dari Salah Satu Kota di Indonesia

Reog Ponorogo – Kesenian Reog Ponorogo adalah salah satu kesenian dari Indonesia yang sangat populer. Bukan hanya di Indonesia saja, melainkan sudah sangat terkenal di dunia. Hal ini dikarenakan kesenian ini sangat unik dan tidak bisa ditemui di tempat lain.

Cerita dalam kesenian ini penuh dengan makna yang menceritakan peristiwa zaman dahulu kala. Asal usul Reog Ponorogo berkembang berbagai versi, hal ini dikarenakan cerita tersebut bersumber dari mulut ke mulut. Namun pada dasarnya sejarah tersebut memiliki garis besar yang sama. Bagi anda yang ingin mengetahui Sejarah Reog Ponorogo asli berikut ini adalah penjelasannya.

Dewi Songgolangit Yang Berparas Jelita

Sejarah Reog Ponorogo digambarkan seperti jalan cerita pertunjukan Reog. Bagi anda yang sudah pernah melihat kesenian ini mungkin sudah sedikit paham mengenai ceritanya.  Kesenian Reog ini menceritakan kisah seorang putri yang parasnya sangat cantik jelita, Ia adalah Dewi Songgolangit.

Dewi adalah salah satu putri dari kerajaan Kediri yang sangat terkenal. Karena parasnya yang cantik jelita, banyak pangeran dan raja-raja besar yang menaruh hati padanya dan berniat untuk menikahinya. Namun pada saat itu Dewi belum memiliki keinginan untuk menikah.

Mengetahui hal tersebut Sang Raja bertanya kepada Dewi, apa sebenarnya alasan Dewi selalu menolak lamaran yang datang kepadanya. Dari pertanyaan tersebut Dewi mengatakan bahwa sebenarnya ada persyaratan yang Ia inginkan namun Ia belum tahu pasti apa persyaratan tersebut. Lalu Ia pun meminta izin untuk melakukan semedi demi mengetahui persyaratan apa yang bisa diberikan untuk calon suaminya. Dalam semedinya tersebut Dewi bertanya kepada dewa untuk bisa dapatkan jawaban terbaik.

Persyaratan Menikahi Dewi Songgolangit Yang Harus Dipenuhi

Setelah empat hari Dewi melakukan semedi, Ia pun langsung menemui raja dan memberitahukan apa persyaratan yang Ia inginkan untuk bisa dipenuhi calon suaminya. Dewi mengatakan kepada Sang Raja bahwa Ia menginginkan calon suami yang bisa memberikan pertunjukan menarik yang dalam pertunjukan tersebut ada hewan berkepala dua serta 140 ekor kuda kembar.

Mendengar persyaratan tersebut banyak pangeran yang mulai menyerah karena tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut. Namun masih ada dua lelaki yang masih ingin mencoba untuk mewujudkan permintaan Dewi yaitu Singabarong yang berasal dari Kerajaan Lodaya dan Kelanaswandana dari kerajaan Bandarangin. Disinilah Asal usul Reog Ponorogo dimulai.

Pertarungan Singabarong dan Kelaswandana

Kelanaswandana sebenarnya bisa memenuhi persyaratan dari Dewi, hanya satu saja yang tidak berhasil Ia lakukan yaitu mendapatkan hewan berkepala dua. Ia pun terus berusaha mencari hewan berkepala dua sambil menyuruh Patihnya untuk menyelidiki apa yang dilakukan Singabarong untuk bisa mendapatkan hewan berkepala dua.

Singabarong memang terkenal sebagai raja yang sangat pemberani dan tidak pantang menyerah. Ia akan melakukan apapun untuk bisa dapatkan kemenangan. Tidak lama kemudian Singabarong menyabotase Kelanaswanda, dengan cepat Kelanaswanda segera menyerang Singabarong.

Namun, saat itu Singabarong belum siap dan Kelanaswandana segera menggunakan kesaktiannya. Saat itu Singabarong sedang bersama dengan buruk merak yang sedang asyik mematuki kutu di kepalanya. Dengan kesaktian yang dimiliki Kelanaswanda, maka burung merak tersebut menempel di kepala Singabarong.

Mengetahui hal tersebut Singabarong sangat marah dan menghujamkan kerisnya kearah Kelanaswandana, namun keris tersebut tidak berhasil mengenai Kelanaswandana. Kelaswandanapun membalas serangan tersebut dengan cambuk Samandiman yang membuat Singabarong terlempar dan berubah menjadi hewan berkepala dua.

Dengan demikian maka Kelaswandana berhasil memenuhi persyaratan terakhirnya. Kelaswandana langsung datang ke Wengker dan melakukan pertunjukan dengan hewan berkepala dua yang membuat masyarakat sangat menyukainya.

Akhir Dari Kisah Dewi Songgolangit

Inilah akhir dari Sejarah Reog Ponorogo, Dewi Songgolangit dan Kelaswandana akhirnya menikah. Pernikahan ini memberikan sejarah penting akan lahirnya seni Reog Ponorogo yang hingga saat ini terus dibudidayakan dan dilestarikan oleh seluruh masyarakan Indonesia umumnya dan Ponorogo khususnya.

dewi songgo langit reog ponorogo

Pementasan Seni Reog Ponorogo, Kesenian Yang Menghibur Dan Lekat Dengan Nilai Budaya

Hampir semua masyarakat Indonesia pernah mendengar nama dari kesenian ini yaitu Reog Ponorogo, sebab kesenian ini tidak hanya populer di dalam negeri saja melainkan sudah Go Internasional. Sehingga kesenian inipun sudah memiliki nilai tersendiri baik dalam negeri maupun dalam kancah internasional karena selain menghibur, kesenian ini juga memiliki nilai-nilai positif di dalamnya.

Lalu, sudah tahukah anda bagaimana pementasan seni Reog Ponorogo? Jika belum, berikut ini adalah informasi mengenai alur cerita pementasan kesenian Reog Ponorogo tersebut.

Kapan Pementasan Reog Ponorogo Dilaksanakan?

Pementasan Reog tidak diselenggarakan setiap hari melainkan hanya pada acara tertentu seperti pernikahan, khitanan, hari kelahiran Ponorogo, menyambut tamu yang dianggap spesial, memperingati hari kemerdekaan dan beberapa hari bersejarah lainnya.

Tari Reog Ponorogo

Pementasan seni Reog Ponorogo dimulai dengan beberapa tarian pembuka yaitu tarian yang pertama dibawakan oleh 6 – 8 pria yang berpakaian serba hitam, berkumis dan berwajah merah yang menggambarkan keberanian dan kegagahan tersebut. Para penari kemudian melakukan gerakan tari reog ponorogo seperti singa yang pemberani. Tarian dilanjutkan oleh 6 – 8 gadis yang menaiki kuda atau biasa disebut Jathilan. Tarian ini menggambarkan kelincahan prajurit berkuda yang sedang berlatih perang menggunakan kuda.

Selanjutnya adalah tarian yang dilakukan oleh anak kecil yang bertopeng, mereka akan melakukan berbagai atraksi yang membuat para penonton kagum. Adegan yang dibawakan ini cenderung lucu bertujuan untuk  menghibur penonton.

Adegan Inti Reog Ponorogo

Setelah tari reog pembuka selesai maka masuklah ke adegan inti yang isinya disesuaikan dengan acara yang diperingati. Jika permaianan Reog tersebut dalam rangka pernikahan maka akan ditampilkan adegan percintaan, atau bisa juga acara khitanan yang akan menceritakan kisah seorang pendekar.

Adegan dalam seni Reog ini tidak perlu memakai skenario, semua bisa dilakukan secara tiba-tiba dengan adanya interaksi antara dalang, pemain dan penonton. Tujuan utama dalam pementasan adalah kepuasan para penontonya.

Adegan Penutup Seni Reog

Inilah adegan yang paling dinanti-nanti dalam pementasan seni Reog Ponorogo, yaitu tarian dari Singo Barong yang dimainkan oleh beberapa orang menggunakan topeng besar yang bentuknya seperti kepala harimau dan bulu merak. Para penari akan melakukan atraksi untuk memainkan topeng tersebut dengan sangat lincah dan mengagumkan. Yang membuat kagum adalah ukuran topeng yang mencapai 50 Kg bisa di angkat hanya menggunakan gigi.

Itulah informasi mengenai pementasan seni Reog Ponorogo mulai dari waktu penyelenggarakan hingga alur cerita yang ditampilkan. Dengan mengetahui alur ceritanya, maka kita bisa tahu dan lebih paham mengenai seni Reog meskipun belum pernah melihatnya secara langsung.

Mengenal Tokoh-tokoh Dalam Seni Reog

Tokoh tokoh dalam seni Reog ponorogo

Mungkin Anda sudah sering melihat pertunjukan kesenian Reog dari Ponorogo, entah secara langsung atau tidak langsung. Di dalam pertunjukan tersebut pasti anda melihat beberapa tokoh seperti Singa dan Merak yang menjadi satu dengan ukuran yang sangat besar, para penari kuda, penari laki-laki bertopeng dan lain sebagainya. Namun tahukan anda nama dari masing-masing tokoh-tokoh dalam seni Reog tersebut?

Nah berikut ini akan kami ulas mengenai tokoh-tokoh dalam seni Reog Ponorogo tersebut.

Jathil

tari reog jathilan
cahbagus30.blogspot.com

Jathil adalah Prajurit berkuda yang mengiringi kesenian Reog. Gerakan tarian yang diperagakan ini melambangkan ketangkasan dan kelincahan Sang Prajurit yang sedang berlatih di atas kuda. Tari reog ponorogo ini ditarikan secara berpasang-pasang.

Dahulunya Penari Jathil adalah anak laki-laki yang berparas tampan namun memiliki sisi feminism seperti wanita. Namun mulai tahun 1980an ketika kesenian diundang dalam acara PRJ (Pekan Raya Jakarta) penari Jathil diganti dengan penari wanita yang dianggap gerakannya lebih feminism. Gerakan Jathil ini cenderung lincah, genit dan lembut yang dipadukan dengan pola ritmis dari irama lagu serta irama ngraciknya.

Warok

Warok Suromenggolo Reog Ponorogo
ethnicartofjava.blogspot.com

Warok adalah salah satu tokoh-tokoh dalam seni Reog yang berkarakter positif. Warok diambil dari kata wewarah yang berarti orang bertekad suci yang bisa memberikan perlindungan dan tuntunan tanpa pamrih. Warok merupakan orang yang bisa memberikan petunjuk dan pengarahan kepada orang lain agar hidupnya menjadi lebih baik. Warok ini menjadi ciri khas jiwa masyarakat Ponorogo yang tidak bisa dipisahkkan dari pertunjukan Seni Reog.

Barongan (Dadak Merak)

dadak merak kesenian reog ponorogo
surabayaonline.co

Barongan merupakan salah satu tokoh yang paling dominan dalam pertunjukan Reog. Barongan ini terdiri dari kepala harimau yang biasa disebut dengan ceplokan yang dibuat dari bahan bambu, kayu, rotan yang kemudian ditutup menggunakan kulit harimau.

Sedangkan untuk Dadak Merak, kerangkanya terbuat dari bahan bamboo dan rotan yang digunakan untuk menyusun bulu-bulu merak agar bulu merak terlihat mengembang ke atas. Ada juga tasbih atau manik-manik yang dipadukan dengan krakap atau kain beludru berwarna hitam yang disulam dengan mote. Umumnya ukuran Dadak Merak adalah 2,25 hingga 2,30 meter. Sedangkan beratnya sekitar 50 Kg.

Klono Sewandono

Prabu Klono Sewandono
id.wikipedia.org

Klono Sewandono ini adalah salah satu tokoh-tokoh dalam seni Reog yang menjadi menjadi salah satu tokoh sejarah dari kesenian Reog. Ia adalah satu-satunya raja yang berhasail memenuhi persyaratan dari Dewi Songgolangit, seorang putri dari kerajaan Kediri yang sangat cantik jelita.

Dewi tersebut memberikan persyaratan untuk calon suaminya agar membaut pertunjukan hewan berkepala dua berserta 40 kuda kembar. Dengan kesaktiannya, Ia mampu mengabulkan permintaa Dewi. Gambaran dari tokoh ini sangat gagah perkasa dan sakti mandraguna. Ia selalu membawa pecut Mandraguna yang pernah digunakan untuk mengalahkan Singabarong. Karena saat itu Raja sedang jatuh cinta, maka gerakan tokoh ini menggambarkan orang yang sedang kasmaran.

Bujang Ganong (Ganongan)

Bujang Ganong
rininrhyti.wordpress.com

Ganongan adalah gambaran dari Patih Pujangga Anom yang memiliki sifat energik, lucu dan sangat pandai dalam seni bela diri. Penampilan dari Ganongan ini sangat ditunggu-tunggu karena Ganongan selalu melakukan gerakan yang menarik dan menakjubkan. Umunya tokoh ini dimainkan oleh anak laki-laki yang sangat lincah dalam menari dan bela diri.

Itulah beberapa tokoh-tokoh dalam seni Reog yang ada dalam pertunjukan seni Reog Ponorogo. Semua tokoh tersebut harus ada dalam pertunjukan karena semuanya adalah satu paket cerita di dalamnya. Jika sudah mengenal dan mengetahui mengenai tokoh-tokoh tersebut tentunya Anda akan merasa lebih bersemangat melihat pertunjukan Reog karena telah tahu sedikit banyak mengenai alur cerita yang dijalankkan oleh para tokoh-tokohnya.