Suku Terasing di Indonesia – Saat ini masih banyak suku terasing di Indonesia yang masih benar-benar perawan dan bebas dari hingar bingar dunia modern. Indonesia memang dapat dikategorikan sebagai salah satu negara yang masih berkembang. Namun suasana modern di ibu kota dan kota-kota besar lainnya menjadikan Indonesia memiliki gaya hidup yang lebih modern. Hal ini tentu memiliki dampak negatif dan positifnya. Yang merasakan hal tersebut adalah penduduknya langsung bagaimana kehidupan dijalani dengan atau tanpa adanya fasilitas modern.

Banyaknya suku terasing di Indonesia tidak terlepas dari letak geografis itu sendiri. Disamping itu, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ragam budaya, etnis serta suku yang tak terhitung jumlahnya. Letak pulau-pulau di Indonesia juga terpisah-pisah sehingga memungkinkan adanya kesenjangan antara kota besar dan pedalaman. Namun sebenarnya hal ini tidak hanya melulu tentang kesenjangan sosial. Banyak dari beberapa suku pedalaman yang memang sengaja ingin mempertahankan keaslian mereka dan tidak ingin mengikuti gaya hidup modern untuk melindungi eksistensi suku, budaya serta kelestarian alam itu sendiri.

Video Beberapa Suku Terasing di Indonesia:

Berikut Lima Suku Terasing di Indonesia yang Menarik :

Inilah lima suku terasing di Indonesia yang tidak hanya asli namun juga begitu menarik dengan segala keeksotisan alam serta adat budaya yang dipertahankan.

  1. Suku Dani, Papua

suku dani di papua
dinnasabriani.wordpress.com

Kita mulai dengan suku yang terletak di Indonesia paling timur, Papua. Suku Dani merupakan suku asli papua tepatnya berada di wilayah Lembah Baliem. Masyarakat suku Dani bertempat tinggal di Pegunungan Tengah Papua. Dari namanya saja sudah sangat mewakili suku asli ini. Dani berasal dari kata Ndani dalam bahasa Papua yang berarti orang asing. Namun saat ini fenom N dihilangkan dan disebut dengan Dani yang sebenarnya dahulu kala namanya adalah suku Parim yang merupakan suku asli dari nenek moyang masyarakatnya.

suku terasing dani di papua
dinnasabriani.wordpress.com

Untuk pakaian sendiri, masyarakat suku Dani masih menggunakan koteka untuk para lelaki.  Koteka biasanya terbuat dari bahan kunden kuning. Sedangkan para wanita menggunakan wah yang merupakan pakaian yang berasal dari serat atau rumput. Mata pencaharian penduduknya adalah bertani karena suku Dani memang sudah terkenal sejak dulu dengan kelihaiannya dalam bertani dan menggunakan alat-alat pertanian dengan baik.

  1. Suku Polahi, Gorontalo

suku polahi di gorontalo
superadventure.co.id

Suku terasing di Indonesia selanjutnya adalah Polahi. Ini merupakan suku asli masyarakat Gorontalo. Masayarakat Polahi hidup di hutan pedalaman yang cukup terasing bernama Boliyohuto, Sumawa dan Paguyaman. Masyarakat suku Polahi berjumlah sekitar 500 orang yang terbagi menjadi dua yaitu 300 orang tinggal di Sumawa dan 200 orang lainnya tinggal di Paguyaman. Setiap kampung pada kedua kecamatan tersebut memiliki anggota kelompok yang berbeda sesuai jumlahnya. Hal inilah yang menjadi identifikasi kependudukan pemerintah Gorontalo terhadap masyarakat suku Polahi.

rumah suku terasing polahi
kaskus.id

Pakaian yang dikenakan kaum suku Polahi tentunya masih tradisional. Mereka masih menggunakan daun palma serta kulit kayu untuk dijadikan pakaian sehari-hari. Untuk kebudayaannya sendiri, suku Polahi memiliki kebiasaan perkawinan satu darah. Hal ini tentu terasa janggal bagi masyarakat modern. Namun begitulah yang terjadi pada suku Polahi yang masyarakatnya belum mempunyai pengetahuan sama sekali tentang angka ataupun hari. Namun, saat ini masyarakat yang tinggal di Paguyaman sudah mulai mengenal pakaian layak.

  1. Suku Badui, Banten

suku terasing baduy di banten
handiki.wordpress.com

Suku terasing di Indonesia yang juga sangat tradisional adalah badui atau disebut juga baduy atau Orang Kanekes. Namun masyarakat kita lebih familiar dengan sebutan suku Badui. Terletak di kabupaten Lebak, Banten, jumlah penduduk aslinya sekitar 8000 orang. Masyarakat badui bukanlah masyarakat yang kurang perhatian dari Pemerintah namun memang masyarakatnya sendirilah yang menerapkan peraturan isolasi dari dunia luar. Mereka memilih untuk tetap tinggal di kaki gunung Kendeng, Desa Kanekes.

rumah suku badui banten
www.kabarsatu.co

Suku ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu suku Dalam atau Kanekes Dalam, suku Luar atau Kanekes Luar, serta Kanekes Dangka yang berperan sebagai buffer zone berbagai pengaruh dari dunia luar. Masyarakat Badui Dalam memiliki peraturan dan adat yang masih sangat ketat diterapkan.

Baca juga royal jelly untuk kecantikan

Sedangkan masyarakat Badui Luar telah menerapkan kehidupan yang lebih terbuka terhadap modernisasi seperti teknologi serta menganut agama. Masyarakat Badui Dalam dan Luar memiliki ciri khas berbeda yang bisa terlihat dari jenis pakaian serta gaya hidup masing-masing.

  1. Suku Kajang, Bulukumba

suku kajang di gorontalo
otomotif.kompas.com

Suku Kajang merupakan suku terasing di Indonesia lainnya yang juga tidak kalah menarik. Penduduknya tinggal di kecamatan Kajang, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sama seperti suku Badui, suku Kajang mempertahankan diri dari pengaruh dunia luar. Untuk masalah pakaianpun, mereka sudah mengenal pakaian layak sama halnya seperti suku Badui. Pakaian yang dikenakan masyarakat suku Kajang yaitu pakaian berwarna hitam dari sorban sampai celana. Dan mereka tidak mengenakan alas kaki.

kebiasaan suku kajang gorontalo
senidanbudayabulukumbaindonesia.blogspot.com

Yang menarik dari suku ini adalah adanya hutan-hutan keramat yang sangat dijaga. Tidak boleh ada yang merusak ataupun menanam. Ada hutan yang diperbolehkan untuk diambil kayunya untuk kebutuhan namun harus seijin kepala suku. Beberapa hutan lainnya ada yang bisa dimanfaatkan penduduk untuk dijadikan lahan bercocok tanam. Penduduk suku Kajang percaya bahwa hutan atau gunung itu harus senantiasa dilindungi demi kelestarian alam.

Baca juga Peninggalan Rasulullah Saw

  1. Suku Togutil, Halmahera

suku terasing togutil di halmahera
liputan6.com

Suku Togutil merupakan suku terasing di Indonesia yang tepatnya berada di kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Meskipun banyak yang menyebutnya Togutil, penduduk suku aslinya sendiri tidak ingin disebut Togutil karena ia mempunyai makna ‘terbelakang’. Cara hidup masyarakat suku ini masih sangat sederhana dan masih bergantung pada potensi hutan-hutan disekitarnya. Masyarakatnya masih terbilang nomaden dimana mereka kerap kali berpindah tempat tinggal.

kebiasaan berburu suku togutil
satujam.com

Mata pencaharian masyarakatnya adalah dengan berburu. Ada dua kategori penduduk asli Halmahera ini yaitu orang Togutil penghuni hutan dan penghuni pesisir. Togutil penghuni pesisir bisa dibilang memiliki kehidupan yang lebih maju. Masyarakat Togutil penghuni hutan juga biasanya menjual hasil tangkapannya seperti damar dan tanduk rusa pada penduduk pesisir.

Manfaat Mengetahui Suku Terasing di Indonesia

Dengan mengetahui berbagai suku terasing di Indonesia tentunya akan memberikan beberapa manfaat khususnya bagi kita yang memang warga negara Indonesia, seperti:

  • Menumbuhkan kesadaran akan isu sosial.
  • Mengadaptasi prinsip untuk melestarikan alam.
  • Lebih meningkatkan toleransi dari adanya perbedaan.
  • Belajar untuk lebih mencintai bangsa Indonesia dengan keanekaragamannya.
  • Menambah wawasan Nusantara.
  • Mengambil nilai-nilai atau prinsip yang baik yang bisa diterapkan dalam kehidupan saat ini.

Keterasingan yang dialami oleh beberapa suku asli Indonesia tersebut bukan hanya karena masalah kesenjangan akan pemerataan sosial saja namun juga karena pilihan masyarakat itu sendiri. Masyarakat yang hidup di kota besar dengan mereka yang hidup di pedalaman memiliki perbedaan yang cukup signifikan namun memiliki manfaat serta kelebihan yang berbeda pula. Itulah informasi seputar suku terasing di Indonesia yang semoga bisa menambah wawasan serta kecintaan kita pada bangsa ini.