Tanaman Aquascape atau Foreground merupakan spesies tanaman air yang tumbuh menutupi bagian bawah atau tumbuhnya kesamping sehingga dapat dijadikan alas didalam aquarium. Popularitas tanaman ini berkembang pesat 5 sampai 10 tahun terakhir ini, terutama di bidang aquascaping. Berikut adalah lima jenis tanaman karpet terbaik untuk aquascape :

Pygmy Chain Sword

pygmy chain sword
duniaair.com

Tanaman aquascape yang mempunyai nama latin Echinodorus Tenellus ini sekilas mirip rumput halaman. Tanaman ini termasuk dalam spesies sword plant dan merupakan salah satu yang terkecil. Pygmy Chain Sword lebih mirip dengan speseis Eleocharis yaitu Hair Grass namun masih terdapat perbedaan yaitu petumbuhan dari tanaman ini tidak sepadat spesies Hair Grass pada umumnya. Tanaman ini lebih baik ditanam/ditempatkan di sekitar hardscape baik itu batu ataupun kayu. Toleransi suhu air untuk tanaman ini berkisar 22-25 derajat celcius dengan tingkat pencahayaan medium-high.

Dwarf Hair Grass

tanaman aquascape
duniaair.com

Dwarf Hair Grass atau bahasa latinnya Eleocharis Pavula akan terlihat mempesona saat ditanam dengan mengkombinasikan hardscape di sekitarnya. Hardscape yang paling bagus digunakan adalah batu, karena akan memunculkan efek yang luar biasa ketika tanaman aquascape ini tumbuh menyebar di sekeliling batu. Selain itu, tanaman ini akan memunculkan efek kontras yang baik ketika kita menggunakan substrate berwarna gelap dalam hal ini berupa soil. Ketika semua parameter tercukupi, Dwarf Hair Grass akan tumbuh dengan cepat sehingga kita juga perlu melakukan pemangkasan secara berkala untuk tetap menjaga tampilan dari tanaman ini.

Toleransi suhu air untuk tanaman ini berkisar antara 22-25 derajat celcius sehingga pastikan agar suhu air akuarium kita tidak lebih dan tidak kurang dari angka tersebut. Pada dasarnya tanaman ini mampu tumbuh dengan baik pada kondisi pencahayaan sedang namun diketahui petumbuhan tercepat pada kondisi pencahayaan tinggi.

Dwarf Baby Tears

dwarf baby tears
duniaair.com

Dwarf Baby Tears secara teknis dikenal sebagai Hemianthus Callitrichoides atau sering disingkat ‘HC’ adalah tanaman yang paling diminati di dikalangan pecinta aquascape. Mempunyai daun yang kecil, berwarna hijau subur dan merayap dialam merupakan faktor yang menjadikan tanaman aquascape ini populer.

Dwarf Baby Tears mampu tumbuh pada suhu air berkisar 22-29 derajat celcius namun perlu diketahui pertumbuhan tercepat pada suhu air berkisar 22-23 derajat celcius. Untuk pencahayaan disarankan pada kondisi pencahayaan yang terang/high dan akan tumbuh lebih kompak/padat pada kondisi seperti itu. Pada dasarnya jenis tanaman seperti ini akan tumbuh mengikuti arah cahaya sehingga ketika kurang pencahayaan, secara alami tanaman ini akan tumbuh ke atas untuk mencari sumber pencahayaan.

Java Moss

java moss
duniaair.com

Java Moss atau Vesicularia Dubayana adalah salah satu tanaman air yang sering digunakan oleh kalangan pecinta Aquascape. Tanaman aquascape ini mudah dipelihara dalam arti tidak banyak menuntut, baik itu dalam hal parameter air, kebutuhan CO2, atau kebutuhan pencahyaan. Biasanya java moss ditanam pada batu maupun kayu. Moss adalah tanaman tidak berakar oleh karena itu penanaman dengan menggunakan media kayu atau batu diharapkan dapat menahan tanaman ini tetap di dasar akuarium dan tidak mengapung.

Java Moss mampu tumbuh pada beberapa suhu air yang berbeda yaitu antara 22-32 derajat celcius. Meskipun begitu untuk mencapai pertumbuhan yang optimal disarankan suhu air berkisar 22-25 derajat celcius. Masalah pencahayaan, tanaman ini mampu tumbuh dengan baik di berbagai macam kondisi pencahayaan baik itu low, medium ataupun high namun pertumbuhan tercepat pada pencahayaan medium-tinggi.

Marsilea Hirsuta

Tanaman Marsilea Hirsuta
duniaair.com

Marsilea Hirsuta adalah spesies lain dari Marsilea Minuta yang mampu tumbuh menyebar secara horisontal seperti tanaman karpet lainnya. Sama halnya seperti Dwarf Hair Grass, penanaman Marsilea Hirusta terlihat luar biasa ketika dikombinasikan dengan hardscape berupa batu.

Tanaman aquascape ini mudah tumbuh pada beberapa kondisi/parameter air dan toleransi suhu berkisar 23-25 derajat celcius sedangkan untuk pencahayaan Anda tidak perlu pencahayaan yang tinggi karena dengan pencahayaan yang sedang pun tanaman ini akan tumbuh dengan optimal.

Dulu, budidaya tanaman hias hanyalah sekedar hobi. Biasanya hanya digeluti oleh para perempuan gadis atau ibu-ibu muda. Hanya sekedar mengisi waktu senggang. Hanya untuk menghiasi rumah pribadi atau ruangan keluarga. Budidaya tanamah hias juga masih seputar bunga-bungaan yang semerbak indah dipandang mata.

Dalam perkembangannya, kini budidaya tanaman hias terus mengalami perubahan. Dari sekedar hobi menjadi peluang bisnis dan profesi. Jenis tanaman yang dibudidaya juga terus mengalami perkembangan. Apabila dulu hanya seputar bunga-bungaan, sejenis kaktus pun mulai dilirik. Tidak hanya bunga, tanaman hias lain seperti ubi-ubian yang daunnya menarik juga dilirik. Bahkan kini, rerumputan dan jenis pepohonan yang ranting atau akarnya indah mulai dibudidaya.

Melirik bisnis budidaya tanaman hias

Bagi anda yang mulai tertarik dengan dunia tumbuh-tumbuhan, budidaya tanaman hias bisa jadi pilihan. Budidaya tanaman hias tidak seperti berkebun atau bertani yang butuh tenaga exstra. Tidak juga butuh lahan luas. Cukup memulainya dari halaman rumah tinggal atau kantor kita.

Berikut ini beberapa hal yang bisa jadi bahan pertimbangan bagi anda yang ingin memulai bisnis budidaya tanaman hias :

  1. Jenis tanaman hias

Jenis tanaman apa yang akan kita budidaya. Apabila memilih aneka ragam tanaman hias memiliki nilai plus. Memilih spesifikasi yang khusus juga pula nilai tambah. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Bagi kita yang tidak terlalu paham dengan salah satu tumbuhan, kita bisa menekuni budidaya tanamah hias secara umum. Kita memilihara rerumputan, aneka bonsai, aneka bunga sekaligus dengan aneka nutrisi untuk tanaman yang dibudidaya.

Namun, jika kita memiliki kecenderuang untuk menggemari satu jenis tanaman ini juga bagus. Misal anda hanya memilih budidaya kaktus, maka fokus budidaya kaktus. Pelihara berbagai jenis kaktus yang diminati pasar. atau kita memilih untuk budidaya tanaman hias bonsai, maka kita fokus pada permintaan pasar dan terus meningkatkan kualitas bonsai yang kita kembangkan.

    2. Tempat budidaya

Idealnya, kita memilih tempat khusus pinggir jalan untuk menarik perhatian pembeli. Memajang berbagai tanaman hias yang kita budidaya. Dengan cara ini kita bisa dengan mudah menemukan pelanggan tanpa harus banyak melakukan promosi kesana kemari.

Namun, apabila hal itu tidak memungkinkan, bukan jadi kendala. Kita bisa memulainya dari halaman rumah kita. Ini dunia digital, dimana orang-orang lebih bayak seliweran di dunia maya. Cukup bermodalkan camera dan sedikit pengetahuan tentang media sosial kita sudah bisa berjualan. Gunakan facebook ads atau instagram untuk menarik pembeli.

    3. Menyiapkan pengelola

Siapa yang akan mengelola budidaya tanaman hias kita? Apakah kita sendiri yang terjun atau ada orang lain. Apakah kita sudah ahlai atau hanya baru coba-coba. Apakah kita cukup waktu untuk mengelola atau justru hanya sekedar keinginian. Ini penting kita pertimbangkan, karena budidaya tanaman hias, kita memelihara makhlauk hidup yang harus dijaga. Ada tanaman yang harus selalu dalam kondisi lembab. Ada tanaman yang butuh sinar matahari langsung. ada juga tanaman yang butuh air selalu jernih. Hal ini harus kita pertimbangkan.

    4. Sistem pengelolaan

Banyak pebisnis yang memulai bisnisnya hanya coba-coba. Tidak pernah mau mengenal sistem pengelolaan bisnis yang baik. Setiap lini bisnis, memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda-beda. Mengelola budidaya tanaman hias tentu akan berbeda dengan memelihara burung atau domba. Sistem pengelolaan usaha ini harus kita pahami terlebih dahulu.

    5. Permodalan

Bisnis apapun butuh modal. Modal tidak hanya uang. Ada halaman, ada kendaraan, ada koleksi tanaman, itu bisa jadi modal awal. Yang kita perlukan adalah analisa usaha yang matang, namun tidak harus njlimet yang justru malah membuat kita tidak jadi usaha.

Jenis Tanaman Hias Daun

Untuk melengkapi pemaparan tentang bisnis budidaya tanaman hias, berikut beberap jenis tanaman yang bisa anda pilih untuk dibudidaya.

  1. Suplir


budidaya tanaman hias suplir
bismarmaulani.blogspot.com

Salah satu dari jenis tanaman hias daun ini adalah Adiantum atau suplir. Suplir itu sendiri memiliki berbagai jenis dan varietas. Namun meskipun demikian suplir tetap terlihat cukup cantik dan bagus karena berdaun kecil dan juga dapat memberi suasana segar. Namun agak sulit untuk dipelihara karena membutuhkan lingkungan yang sangat lembab dan udara bersih. Jika Anda berkeinginan untuk memelihara jenis tanaman hias ini, maka Anda harus berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam memeliharanya.

Setidaknya Suplir ini membutuhkan sedikit cahaya dan Anda harus tahu tentang perawatannya. Maka oleh karena itu, sebagian tempatnya harus teduh. Adapun jenis tanaman ini juga tidak terlalu banyak membutuhkan air asalkan pada posisi tanah maupun udara yang lembab dan tidak basah tetapi juga tidak kering. Air yang baik untuk tanaman ini adalah air hujan.

Nah, Anda harus tahu pula jika selama musim kemarau, pot perlu dikelilingi dengan sesuatu yang basah atau lembab agar tetap terjaga dari kelembaban. Jika musim hujan tiba seharusnya suplir ini dipupuk terus menerus sebelum dipindahkan ke pot lainnya.

  1. Keladi Red Star


Gambar Tanaman hias Keladi Red Star
kallus.com

Keladi Red Star ini merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak disukai kebanyakan orang. Dengan keindahan daunnya yang berbentuk bintang dan berwarna merah cerah serta tangkai daunnya berwarna agak kemerahan (pink), membuat konsumen pasar menyukai akan keindahannya tersebut. Hal ini menjadi salah satu pemicu ketertarikan konsumen untuk memiliki jenis tanaman hias ini. Selain itu, Keladi hias ini termasuk tanaman yang mudah ditanam, artinya tidak gampang mati.

Jenis tanaman hias ini cepat sekali berkembang asal media tanamnya tetap terjaga kelembabannya. Tanaman ini sebaiknya diletakkan di tempat yang sinar mataharinya penuh dan area yang jauh dari jangkauan anak-anak maupun serangan hewan-hewan ataupun hama agar warna merah pada urat daunnya menguat dan juga tidak rusak.

Adapun untuk perawatan dari jenis tanaman hias keladi red star ini lakukan penyiraman cukup hanya dengan disiram sekali dalam sehari. Penyiraman harus ke medianya dan hindari penyiraman ke daun. Dengan media yang basah (lembab) itu agar keladi akan tumbuh cantik, lebar dan juga memiliki warna pada daun lebih cantik.

Jenis Tanaman Hias Bunga

Nah jenis tanaman hias yang kedua adalah jenis tanaman hias bunga. Tanaman hias bunga ini selain memiliki daun dengan daya tarik yang menawan, bunganya juga amat memikat, contohnya adalah:

  1. Begonia semperflorens
tanaman Hias Bunga Begonia semperflorens
wikimedia.org

Jenis bunga ini dapat berbunga setiap saat sepanjang tahun. Tanaman yang daunnya bulat, hijau mengkilat ini memiliki bunga yang bervariasi mulai dari putih sampai ke merah merona. Begonia semperflorens ini sangat cocok di udara atau tempoat yang lembab akan tetapi daun-daunnya tidak boleh kena air itu syaratnya.

  1. African violets dan violltjes
Tanaman hias bunga African violets
apieceofrainbow.com

Jenis tanaman hias yang mungil ini dengan daun yang terkesan berbulu tersebuti biasanya dapat memberi bunga yang indah dan meawan. Adapun warna bunga dari African Violets ini berwarna biru, merah jambu keputih-putihan dan atau merah lembayung. Jenis tanaman ini kebanyakan ditanam di daerah lingkungan dan juga udara yang lembab.

Demikian pemaparan tentang budidaya tanaman hias ini kami sampaikan. Semoga bisa memberikan gambaran dan pengetahuan yang bisa membantu bisnis anda.

Taman gersang ingin terlihat lebih elegan tapi tak lebay? Cobalah tanam rumput gajah mini. Tentu kita sering melintasi banyak gedung dan bangunan dengan taman yang bagus, selain tanaman-tanaman yang berbunga indah, ada juga lapisan rumput yang seakan menjadi karpet. Nah, ada beberapa jenis rumput yang biasa dijadikan ‘karpet’ hidup, diantaranya adalah rumput gajah mini. Apa sih yang istimewa dari rumput yang satu ini?

Rumput gajah mini termasuk tanaman ground cover alias penutup tanah, jadi rumput ini ditanam untuk menutupi areal kosong taman supaya tertutup rapi dengan tanaman. Memilih tanaman ini menjadi pilihan yang bijak, karena rumput gajah tak hanya menutupi spot tanah kosong, namun juga warnanya yang hijau membuat mata melek, tinggi tak seberapa dan perawatannya juga sangat mudah. Cocok bagi para penyuka tanaman yang sibuk, namun habis waktunya karena bekerja seharian dan tak sempat meluangkan waktu merawat taman.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menanam Rumput Gajah Mini

Sekalipun rumput ini tak butuh perhatian khusus dalam perawatannya, namun tidak berarti bisa tumbuh begitu saja seperti ilalang. Kita juga harus memperhatikan media tanam, kondisi tanah, prosedur penanaman dan penyiramannya tiap hari serta jangka waktu pemupukan rutinnya. Maka sebelum menanam rumput gajah mini, alangkah lebih baik bila memperhatikan beberapa kondisi di bawah ini:

  1. Lihat Kondisi Tanah

harga rumput gajah mini
grandresidencebekasitimur.blogspot.com

Pastikan tanah di taman kita gembur dan subur, kalaupun tak gembur maka kita bisa mencangkuli tanahnya dulu. Cukup cangkuli sekitar 20 centimeter saja dan setelah itu ratakan kembali tanahnya agar nanti rumput yang kita tanam tumbuh rata. Menabur pupuk kandang saat mencangkuli tanah juga menjadi pilihan yang bijak, karena akan membuat tanah gembur sekaligus subur. Tapi jangan dulu tanami tanah yang baru ditabur pupuk, setidaknya biarkan dua sampai tiga hari agar pupuknya bercampur dengan tanah, sehingga siap dijadikan media tanam.

  1. Bibit Rumput


bibit rumput gajah mini
pusatbijirumputbermuda.blogspot.com

Biasanya bibit rumput ini dijual dalam ukuran dan bentuk ikatan yang besar, maka pecah dulu ikatan tersebut menjadi kelompok-kelompok rumput yang lebih kecil, kurang lebih lima centian. Setelah dipisah, tanam bibit rumput di atas tanah yang sudah disiapkan sebelumnya. Ingat, pastikan akarnya tertimbun dengan sempurna ya? Jika tidak, bibit yang baru ditanam itu bisa mati.

  1. Bagaimana Prosedur Penanamannya


penanaman rumput gajah mini
rumputtamanku.blogspot.co.id

Seperti kebanyakan cara menanam rumput hias, usahakan untuk menancapkan rumput sampai akarnya terbenam sempurna oleh tanah. Pastikan ikatan rumput dengan tanah sudah kuat supaya bibit yang kita tanam tidak mudah lepas. Jika perlu, bisa berikan pukulan perlahan pada permukaan rumput, dengan maksud  supaya akarnya melekat ke dalam tanah. Satu lagi, gunakan balok kayu untuk meratakan permukaan taman dan bisa menggunakan balok tersebut sebagai penggaris bibit supaya hasilnya bagus dan menawan. Selepas itu, biarkan rumput beradaptasi dengan lingkungan barunya, termasuk beradaptasi dengan kondisi taman selama seminggu hingga akarnya tumbuh.

  1. Lakukan Pemupukan Ulang


pemupukan rumput gajah mini
catatan.biz

Tak ada tanaman yang bisa memupuk dirinya sendiri, begitu pula taman rumput gajah mini. Oleh karena itu, biasakan tiap tiga bulan sekali dipupuk dengan menggunakan pupuk NPK. Namun untuk pemupukan ulang tahap pertama, lakukan setelah dua minggu setelah penanaman bibit ya! Caranya adalah cairkan terlebih dahulu pupuk NPK dengan sejumlah air, kemudian siramkan pupuk cair tersebut dengan jarak 20 centimeter dari rumput-rumput tersebut.

Anda juga bisa menggunakan nutrisi hidroponik agar rumput tumbuh dengan baik.

  1. Perhatikan Teknik Penyiraman


penyiraman rumput gajah mini
tamanbogor.com

Karena rumput gajah mini ukurannya kecil-kecil, maka pastinya akan rusak jika terkena air dengan tekanan yang keras saat disiram. Jadi, jika kita akan menyiram rumput ini, jangan menggunakan selang air karena kemungkinan besar bisa merusak susunan rumput tersebut sekejap waktu. Maka karena itu, gunakan air dengan tekanan rendah untuk menghindari kemungkinan buruk seperti rumput tidak tergenang air dan tidak membusuk akarnya. Atau bisa juga manfaatkan ember penyiram yang ujungnya berlubang-lubang kecil.

Cara Merawat Rumput Gajah Mini Untuk Taman yang Istimewa

merawat rumput gajah mini
ideaonline.co.id

Rumput gajah mini merupakan tanaman yang tumbuhnya cukup lambat, jadi kita tak perlu repot-repot untuk memangkasnya dalam satu atau dua bulan. Ha itu disebabkan rumput gajah mini itu memiliki karakter yang unik, bisa kita lihat dari pola pertumbuhannya yang tidak tumbuh ke atas, melainkan malah merambat menyamping. Itulah yang membuat tampilan rumput jadi jauh lebih bagus. Tekstur daun yang tak tinggi, warna hijau cerah yang lain daripada warna hijau dedaunan biasa juga menjadikelebihan si gajah mini ini.

Rumput yang berasal dari Amerika ini tanaman yang tahan cuaca juga, namun pencahayaan bagi gajah mini itu harus diperhatikan. Karena berbeda dengan tanaman lain yang kurang mendapat cahaya akan menguning dedaunannya dan juga layu bahkan sampai mati, uniknya rumput gajah mini ini justru akan tumbuh semakin tinggi dan daunnya lebih lebar jika kurang mendapatkan cahaya matahari.

Tentu saja hal itu akan membuat rumput-rumput gajah mini ini terlihat tak cantik lagi, karena jadi lebih rimbun dan tak terurus. Otomatis tatanan taman yang sudah diperhitungkan secantik mungkin jadi berantakan.

Selain memastikan rumput gajah mini kita mendapatkan cahaya matahari yang cukup, perhatikan juga gulma yang tumbuh. Jangan sampai bermunculan aneka gulma dan ilalang yang akan merusak pemandangan taman. Perawatan lain bagi si karpet hidup ini adalah menjaganya dari aktifitas kaki yang berlebihan. Misalnya jangan gunakan gajah mini sebagai ground cover jika taman atau spot tersebut sering dilalui oleh pejalan kaki. Karena kita  harus menjaga pertumbuhannya, serta menjaga kualitas serta warna daun agar merata dan tetap cantik.

Maka karena itu, sediakan batu pijakan khusus untuk pejalan kaki agar tidak bersentuhan langsung dengan rumput gajah mini. Misalnya batu-batu alam berbentuk persegi yang ditata berjejer sepanjang jalan, atau batuan koral kecil-kecil yang disusun sedemikian rupa menjadi jalan setapak. Selain memiliki fungsi untuk menjaga kualitas rumput yang kita tanam, namun juga bisa menambah nilai artistik taman yang kita buat.

Jangan khawatir dengan harganya, karena rumput ini dijual per meter persegi dengan kisaran harga 10 ribu hingga 15 ribu Rupiah saja. Namun sedikit tips saat membeli gajah mini, perhatikan kerapatan rumputnya. Karena petani yang pintar merawat tanamannya pasti akan menghasilkan rumput yang rapat, tak bercampur dengan gulma, serta memiliki warna daun yang sangat cantik. Pastikan juga umurnya kurang lebih satu setengah bulan, bisa ditanyakan pada petaninya karena ada juga yang kurang dari usia tersebut sudah dipanen dan diperjual belikan.

Tidak sulit bukan untuk menanam gajah mini? Dari mulai mencari bibit tanamannya, menanam dan merawatnya, bahkan harganya juga tidak membuat pusing kepala. Maka karena itu, selamat berburu rumput gajah mini dan percantik taman kita. Karena taman yang cantik dan artistik adalah gambaran pemilik rumah yang berbahagia.