Pembahasan Qunut Terlengkap, Hukum Qunut, Jenis Qunut dan Bacaan Qunut

Doa Qunut-Banyak umat muslim yang belum sepenuhnya mengerti apalagi hafal akan doa qunut. Doa qunut yang biasanya dibaca pada waktu shalat Shubuh sudah seharusnya dihafal dan diamalkan ketika shalat Shubuh. Apabila kita shalat Shubuh berjamaah, maka kita bisa makmum pada imam. Tapi jika kita shalat sendiri atau munfarid, sudah tentu akan lebih baik apabila kita mau menghafal dan membacanya saat shalat Shubuh.

doa qunut subuh
infoana.com

Arti kata qunut adalah patuh atau mengabdi kepada Allah SWT. Sedangkan menurut istilah, qunut merupakan doa atau bacaan yang dibaca saat i’tidal atau tepatnya saat berdiri dari ruku’ rakaat kedua shalat Shubuh. Selain itu, doa qunut ini bisa dibaca ketika shalat witir atau saat shalat qunut witir.

Untuk umat muslim dan bermadzhab Imam Syafi’i, bacaan qunut ini senantiasa dikerjakan pada waktu shalat Shubuh. Ada beberapa dalil yang diyakini kebenarannya sehingga doa qunut ini dibaca karena memang ada dalil yang mendasarinya.

Bacaan qunut Shubuh ini dibaca pada rakaat kedua usai i’tidal sebelum sujud. Demikian pula untuk qunut nazilah atau witir yang juga dibaca pada rakaat terakhir. Hukum membaca qoa qunut di waktu shalat ini adalah sunnah. Walaupun begitu, umat muslim dianjurkan untuk membacanya.

Hal ini dikarenakan membaca doa qunut ketika shalat merupakan sunnah Rasul, bahkan berdasarkan madzhab Imam Syafi’i dan Maliki, membaca doa qunut ini dihukumi sunnah mu’akad atau dikuatkan.

Pembahasan mengenai hukum qunut Shubuh ini tidak pernah ada ujungnya. Apalagi di era modern seperti ini dimana informasi bisa tersebar dengan mudah tanpa diketahui sumber yang akurat. Informasi yang diterima menjadi tidak utuh sehingga timbullah keraguan akibat tidak adanya pondasi pemahaman yang cukup kuat tentang keutamaan doa qunut Shubuh ini.

Hukum Doa Qunut Subuh

Doa Qunut Subuh
youtube.com

Sudah disinggung sebelumnya bahwa hukum qunut Shubuh ini adalah sunnah yang dikuatkan atau sunnah mu’akad. Ini artinya saat kita lupa mengerjakannya (membacanya), kita dianjurkan untuk menggantinya dengan melaksanakan sujud syahwi.

Meski begitu, ada pula sebagian dari ulama yang tidak menghukumi qunut ini dengan sunnah. Akan tetapi, dari ke-empat madzhab tersebut ada madzhab Imam Syafi’i yang menghukumi doa qunut sebagai sunnah muakad. Ini berlaku pada qunut Shubuh, qunut nazilah maupun qunut witir.

Inilah macam – macam qunut yang perlu diketahui.

1. Qunut Nazilah

Hukum qunut nazilah adalah sunnah hai’ah. Dimana ketika kita lupa membacanya, maka tidak dianjurkan untuk mengganti dengan sujud syahwi. Biasanya, qunut nazilah ini akan dibaca saat kaum muslimin ditimpa musibah, bisa berupa perang, bencana alam atau wabah penyakit.

2. Qunut shalat Shubuh

Bacaan doa qunut ini dihukumi sunnah ab’adl dan dibaca setelah i’tidal atau sebelum sujud pada shalat Shubuh. Karena dihukumi sunnah ab’adl, maka jika kita lupa tidak melaksanakannya, kita dianjurkan untuk melakukan sujud syahwi.

3. Qunut shalat witir

Sesuai namanya, maka bacaan qunut witir ini dibaca ketika shalat witir, entah itu ketika witir pada pertengahan ramadhan atau shalat witir lainnya. Jadi kita juga dianjurkan membaca doa qunut saat mengerjakan witir sebelum tidur atau di waktu shalat Shubuh.

Bacaan Qunut Subuh

Bacaan Qunut Subuh
almustajab.blogspot.com

Berikut adalah bacaan qunut Shubuh.

Sedangkan di bawah ini adalah bacaan qoa qunut yang dibaca ketika melaksanakan shalat Shubuh secara sendirian atau Munfarid.

“Allahummahdinii fii man hadaiit,

Wa’aafinii fii man ‘aafaiit,

Wa tawallanii fii man tawallaiit,

Wa baarik lii fiimaa a’thoiit,

Wa qinii birohmatika syarra maa qadhaiit,

Fa innaka taqdhii walaa yuqdaa ‘alaiik

Wa innahu laa yadzillu man waalaiit,

Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit,

Tabaa rakta rabbanaa wata’aalait

Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit

Astaghfiruka wa atuubu ilaiik,

wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.”

Pada pelaksanaannya, bacaan qunut yang ditulis di atas merupakan qunut untuk kita yang menjadi makmum maupun munfarid ( Allahhummah DINII fiiman hadait ). Akan tetapi, jika kita menjadi imam shalat, maka bacaannya diganti menjadi (Allahhummah DINAA fiiman hadait) begitu seterusnya. Hal ini dikarenakan arti kata “Nii” pada kata “DINII” mengacu pada saya (diri sendiri), sedangkan kata “Na” pada kata “DINAA” mengacu pada orang banyak.

Tata Cara Sujud Syahwi Jika Lupa Tidak Membaca Do’a Qunut

Ketika kita lupa melakukan atau membaca bacaan tertentu dalam shalat, kita dianjurkan untuk menggantinya dengan sujud syahwi. Demikian pula saat kita lupa membaca doa qunut Shubuh, kita dianjurkan untuk melakukan sujud syahwi.

Sujud syahwi dilakukan setelah kita selesai membaca tahiyatul akhir atau tepatnya sebelum mengakhiri shalat dengan salam. Sujud syahwi dilaksanakan sebanyak dua kali, sembari membaca bacaan tasbih;

sujud sahwi
sun3tpini.blogspot.com

“Subhaana man laa yanaa mu walaa yashu”

Artinya : “Maha suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”

Terdapat banyak perbedaan pendapat mengenai doa qunut ini. Tidak perlu mempermasalahkan hal ini. Yang terpenting, apabila kita mengikuti madzhab Imam Syafi’i, maka kita disunnahkan untuk membaca qunut saat shalat Shubuh. Demikian beberapa hal tentang qunut Shubuh yang perlu kita ketahui. Semoga bermanfaat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *